Universitas Kuningan melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) menyelenggarakan Workshop Hilirisasi Riset dan Penyusunan Paten dengan tema “Strategi Hilirisasi Riset dan Penyusunan Paten untuk Meningkatkan Inovasi dan Daya Saing Perguruan Tinggi”, yang dilaksanakan pada Kamis, 7 Mei 2026.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Universitas Kuningan dalam memperkuat budaya riset, inovasi, serta perlindungan kekayaan intelektual di lingkungan perguruan tinggi. Workshop diikuti oleh dosen, peneliti, dan civitas akademika Universitas Kuningan dengan antusias tinggi.
Kepala LPPM Universitas Kuningan, Dr. Ilham Adhya, S.Hut., M.Si., dalam sambutannya menyampaikan pentingnya hilirisasi riset sebagai langkah strategis agar hasil penelitian tidak hanya berhenti pada publikasi ilmiah, tetapi juga mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan dunia industri melalui luaran berupa paten dan inovasi terapan.



“Hilirisasi riset merupakan salah satu bentuk kontribusi nyata perguruan tinggi dalam meningkatkan daya saing bangsa. Oleh karena itu, hasil penelitian dosen perlu diarahkan agar memiliki nilai tambah dan dapat menghasilkan kekayaan intelektual yang terlindungi,” ujarnya.
Sementara itu, Rektor Universitas Kuningan, Dr. Anna Fitri Hindriana, M.Si., dalam sambutannya sekaligus membuka kegiatan secara resmi, menyampaikan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab besar dalam menghasilkan inovasi yang berdampak bagi masyarakat.
Menurutnya, penguatan ekosistem riset dan penyusunan paten menjadi langkah penting dalam meningkatkan kualitas institusi serta mendorong kolaborasi dengan berbagai pihak.
“Universitas Kuningan terus berkomitmen untuk meningkatkan produktivitas riset dan inovasi dosen maupun mahasiswa. Melalui workshop ini diharapkan lahir karya-karya inovatif yang memiliki potensi hilirisasi dan perlindungan paten,” tuturnya.
Workshop menghadirkan narasumber Prof. Dr. H. Muhammad Alfian Mizar, M.P., selaku Kepala Divisi HKI dan Kerjasama Industri Direktorat Inovasi Universitas Negeri Malang. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan strategi hilirisasi hasil riset, tahapan penyusunan paten, serta pentingnya perlindungan kekayaan intelektual dalam mendukung pengembangan inovasi perguruan tinggi.
Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman mengenai peluang komersialisasi hasil penelitian serta strategi membangun sinergi antara akademisi dan dunia industri.
Melalui kegiatan ini, Universitas Kuningan berharap dapat meningkatkan kapasitas dosen dan peneliti dalam menghasilkan inovasi yang bernilai guna, berdaya saing, serta memiliki perlindungan hukum melalui paten dan hak kekayaan intelektual lainnya.
